1

Praktikum Penganggaran Bisnis

Posted by Unknown on 23.12 in
kali ini saya akan posting tentang pengerjaan praktikum PB. soal dan pengerjaan ini dari beberapa mahasiswa. diharapkan postingan ini dapat digunakan untuk latihan kalian yang sedang belajar praktikum penganggaran busnis.
ingat pesan penulis :jadilahh orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain.
nih langsung aja saya kasih cuma-cuma.
carannya download aja link dibawah ini :
http://www.ziddu.com/download/21163032/praktikumPB.rar.html

atau klik disini


bila ada file yang rusak harap hubungi saya.

0

Praktikum Analisis Laporan Keuangan

Posted by Unknown on 23.03 in
nah temen-temen semua kali ini saya akan posting beberapa contoh soal dan pengerjaannya yang pernah saya pelajari di Program Diploma Ekonomika dan Bisnis. disini ada beberapa pengerjaan dari beberapa mahasiswa..pilih sendiri mana yang paling benar. bila terjadi kesalahan dalam pengerjaan ya harap dimaklumi karena masih belajar. oya, latar belakang posting ini agar si penulis ini dapat bermanfaat bagi kalian semua dalam belajar membantu kalian mendapatkan ilmu.
langsung aja ini aku kasih soft file nya..semiga bisa bermanfaat.
klik disini atau kopas -->: http://www.ziddu.com/download/21163031/praktikumALK.rar.html

2

analisis teknikal dan fundamental

Posted by Unknown on 18.11 in
ISI

1.      Kelebihan dan kelemahan analisis fundamental dan teknikal
Fundamental
Kelebihan :
·                     Memberikan data-data detil tentang kesehatan sebuah perusahaan.
·                     Analisis Fundamental tidak hanya berbicara tentang kesehatan perusahaan tapi juga tentang makro ekonomi.
·                     Penggerak harga
·                     Sederhana, anda cukup dapat mengetahui apakah naik, turun atau tetap. Tidak seperti teknikal yang perlu menggunakan angka.
kelemahan :
·                     Penggunaan data-data masa lampau. Dari data masa lampau itu lalu di proyeksikan apakah harga saham termasuk murah atau mahal. Diharapkan data analisis fundamental dimasa lampau tersebut dapat mencerminkan kinerja masa depan.
·                     Tidak dapat menjawab kebutuhan secara eksak. Ingat bahwa dasar dari analisa fundamental bukanlah matematika melainkan ilmu ekonomi dan psikologi pasar.
·                     Dibutuhkan waktu untuk mengumpulkan dan mendapatkan data.  Data laporan keuangan muncul pada awal kuartal baru, sehingga kadang sudah terlambat karena harga saham sudah naik duluan. Berita umumnya selalu datang terlambat, kita mengetahuinya dari media massa sehingga umumnya data sudah basi. Selain itu kadang kita perlu waktu juga untuk mengecek kebenaran data terlebih dahulu. Jadi kita perlu mengecek apakah perusahaan benar-benar memberikan laporan keuangan yang sejujurnya.
·                     Seringkali analisis fundamental bersifat subyektif terutama karena banyak menggunakan asumsi, dan hal inilah yang menyebabkan hasil dari masing-masing orang akan berbeda satu dan yang lainnya.
·                     Analisis fundamental juga tidak bisa 100 % diterapkan di dalam pasar yang tidak efisien. Misalnya kita melakukan valuasi dan menemukan saham sangat murah, namun demikian harga tidak juga beranjak naik karena pemegang saham besar belum juga mau menaikkan harga saham tersebut.
Teknikal
            Kelebihan :
·                     Fokus pada Harga. Jika tujuan kita adalah memprediksi pergerakan harga dimasa mendatang, maka masuk akal untuk memfokuskan pada pergerakan harga baik data harga masa lalu atau yang sedang terjadi. Dengan memfokuskan hanya kepada pergerakan harga maka hal ini akan jelas mempersingkat waktu dan kita tidak banyak dipusingkan dengan banyak berita-berita.
·                     Permintaan,Penawaran dan pergerakan harga. Banyak orang yang menggunakan analisis tekhnikal mengunakan data harga open, high, low and close ketika menganalisa pergerakan harga pasar.ada informasi yang dapat diambil dari informasi harga tersebut. Meskipun data ini tidak dikatakan banyak memberikan informasi. Bagaimnapun juga memanfaatkan semua data open, high, low dan close akan merefleksikan kekuatan supply dan demand yang terjadi pasar .
·                     Support/Resistance. Secara simple Gafik dapat membantu untuk mengidentifikasi level support dan resistance. Ini biasanya ditandai dengan harga yang beberapa periode waktu yang relative lama bergerak dalam range harga tertertentu, ini adalah informasi buat kita bahwa kekuatan permintaan dan penawaran adalah mengalami kemacetan. Ketika harga bergerak keluar dari range harga maka ini adalah signal bahwa baik penawaran atau permintaan memulai melakukan penekanan. Jika harga sudah melewati garis atas (resistance) maka dikatakan bahwa permintaan adalah pemenangnya sedangkan sebaliknya jika harga menembus garis bawah (support) maka penawaran mempunyai control lebih terhadap permintaan.
·                     History Harga
Membaca history data harga grafik dalam periode waktu adalah sangat mudah. Grafik adalah lebih mudah dari pada membaca angka-angka, dengan history data ini kita dapat mengidentifikasi reaksi sebelum dan sesudah setelah level pentingnya, History volume atau level trading dan kekuatan relative dari harga.
·                     Diikuti dengan Entry Point dan Exit Point
Dengan Analisis Tekhnikal kita dapat menenentukan waktu yang tepat untuk melakukan entry point maupun exit point.
            Kelemahan :
·                     Analisis tekhnikal adalah bias. Analisis tekhnikal adalah sangat subjektif dan secara personal kondisi ini dapat direfleksikan ketika kita melakukan analisa. Ketika kita menganalisa harga dan kebetulan harga naik maka Kondisi Bias bullish akan membayangi, kemudian ketika pasar bergerak turun maka kondisi tekhnikal akan mengindikasikan turun.kenapa hal ini bisa terjadi? Karena semua analisis tekhnikal adalah mengikuti harga. Coba bayangkan kalo anda melihat grafik dan indikator menginformasikan naik kemudian anda melaksanakan transaksi beli kemudian beberapa menit kemudian harga berbalik turun dan indikator merubah arahnya menjadi turun.
·                     Analisis Tekhnikal membuka banyak Interprestasi (Penafsiran).
Antara analist yang satu dengan yang lain mempuyai prediksi yang berbeda dengan melihat harga yang sama. Keduanya dapat membuat garis support dan resistance yang logis untuk membenarkan posisi mereka masing-masing. Selain itu dengan time frame yuang berbeda maka anda akan menemukan berbagai macam informasi yang berbeda-beda tergantung dari time frame yang di pergunakan. Subyektifitas dalam analisis tekhnikal ini terlihat pada saat kita mempunyai keyakinan untuk naik kemudian kita mencoba mencari indicator atau pola harga yang mendukung persepsi kita.
·                     Sangat Terlambat
Analisis tekhnikal telah banyak di kritik karena keterlambatannya memberikan informasi. Menjadi sangat beresiko ketika anda benar-benar menjalankan transaksi ketika analisis tekhnikal benar-benar sudah konfirmasi baik time frame jangka pendek maupun jangka panjang. Anda akan menemukan bahwa apa yang anda lakukan adalah sudah terlambat. Sebaliknya jika anda mengandalkan time frame jangka pendek untuk memberikan signal yang lebih cepat maka anda akan menemukan banyak sekali signal palsu
·                     Selalu mempuyai level harga yang berubah ubah
Ketika target harga terpenuhi, selalu ada lagi target harga yang lain yang di perhitungkan. Tekhnikalis di salahkan karena hal ini mereka tidak pernah tetap pendiriannya. Meskipun dalam kondisi Bullish selalu ada beberapa indicator dan beberapa level yang di pertimbangkan untuk opini ini. Tidak memiliki kepastian.
 2. Macam-macam bentuk dari analisis teknikal :
Dalam analisis teknikal classic yang perlu diperhatikan dan dipelajari yaitu mengenai pola-pola grafik, dimana pergerakan harga saham diidentifikasi dengan pola-pola grafik tertentu. Pola grafik tersebut terbagi menjadi dua yaitu reversal pattern (pembalikan) dan continuation pattern (lanjutan). Adapun pola-pola yang terbentuk dalam reversal pattern (pembalikan) yaitu:
·                      Head & Shoulder
Head & shoulder adalah salah satu pola reversal yang sangat popular, disamping keakuratan sinyal yang dapat diandalkan, dan juga sesuai namanya terbentuk dari pergerakan yang menyerupai sepasang bahu dan kepala yang menghadap ke atas. Yang perlu diperhatikan dalam mengindentifikasi head & shoulder yaitu terjadi dalam trend yg sedang naik/uptrend. Berikut ini gambar ilustrasinya:
Sedangkan Inverted head & shoulder yaitu kebalikan dari pola Head & shoulder, polanya/bentuknya sama saja dengan Head & shoulder hanya saja Head & shoulder mengindifikasikan penurunan maka Inverted head & shoulder mengindikasikan kenaikan (bullish), dan terjadi dalam trend yang sedang turun/downtrend. Berikut ini gambar ilustrasinya:
·                      Double Top
Double top adalah salah satu pola reversal yang relative mudah dikenali karena sering terjadi dan bentuk polanya yang menyerupai huruf M. Bila terjadi pola ini maka indikasi yang diberikan adalah akan terjadi penurunan (bearish). Ketentuan-ketentuan dari double top banyak memiliki persamaan dengan head & shoulder, hal ini dikarenakan double top tidak lain adalah penyederhanaan dari head & shoulder. Bedanya double top tidak memilki head. Berikut ini gambar
·                      Double Bottom
Sama halnya dengan head & shoulder, double top juga memiliki kebalikannya yaitu double bottom dimana segala ketentuannya sama saja dengan double top, hanya saja terbalik. Double bottom menunjukkan indikasi adanya kenaikan (bullish). Dalam mengindikasikan kemungkinan terjadinya pola double bottom, pastikan bahwa adanya trend menurun yang signifikan dalam beberapa bulan. Berikut ini gambar ilustrasinya:
·                      Triple Top
Tiga puncak pergerakan harga yang sebaliknya sama tinggi adalah fokus utama pada pola ini. Pola triple top seperti pola-pola sebelumnya juga merupakan pola yang cukup akurat dalam memberikan sinyal akan terjadinya penurunan (bearish). Ketentuan yang berlaku pada pola ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan double top, karena hanya ditambahkan 1 head atau puncak lagi. Hal ini menyebabkan pola ini sangat jarang ditemui dan biasanya terbentuk dalam jangka waktu yang relative panjang (1-6 bulan). Target price didapatkan dengan mengambil jarak antara head dengan garis neckline-nya. Sama halnya dengan double top, triple top juga mempunyai kebalikannya yaitu triple bottom.
·                      Rounding Bottom
Pola berikut ini walaupun agak jarang muncul namun sinyal yang diberikannya cukup akurat bagi para chartist. Rounding bottom atau dikenal juga dengan Saucer bottom adalah pola yang berupa cekungan/lembah yang cukup dalam yang apabila disatukan dengan garis resistennya maka mirip dengan sebuah mangkuk. Pola ini biasanya terbentuk dari pergerakan harga saham yang datar kemudian bergerak turun. Rounding bottom mencerminkan periode dari bearish ke bullish, dengan kata lain rounding bottom memberikan sinyal akan terjadi kenaikan (bullish). Dalam mengindikasikan pola ini harus terlihat bahwa akan ada kecendrungan terbentuknya pola yang menurun. Rounding bottom termasuk dalam pola long-therm yang terbentuk dalam hitungan beberapa minggu hingga bulanan. Tidak seperti pada pola reversal lainnya, lembah yang terbentuk oleh Rounding bottom tidak harus lembah yang terendah dari sebelumnya. Perjalanan terbentuknya pola ini akan mungkin banyak terjadi fluktuasi kecil namun tetap pada pola utamanya. Berikut ini gambar ilustrasinya:
Sedangkan pola-pola yang terbentuk dalam continuation pattern yaitu:
·                      Flag
Sesuai dengan namanya pola Flag berbentuk seperti sebuah bendera lengkap dengan tiangnya. Pola flag terbentuk dalam pergerakan harga yang bergerak cepat yang biasanya secara bertahap naik/turun. Flag biasanya berlangsung cukup singkat selama beberapa hari hingga beberapa minggu (biasanya tidak lebih dari 3 minggu). Pola pergerakan harga pada flag, harga mengalami kenaikan/penurunan yang relative cukup signifikan (flagpole) lalu bergerak kearah samping dalam suatu trading range (bendera), kemudian harga bergerak kembali melanjutkan pergerakan trend sebelumnya. Berikut ini gambar ilustrasinya:

·                      Pennants
Pola pennants bentuknya tidak jauh berbeda dengan pola flag, bedanya hanya terletak pada bentuk ujungnya saja, kalau flag berbentuk segiempat sedangkan pennants tampak seperti segitiga simetris atau dua garis yang ujungnya menyempit. Pola pennants ini memiliki cirri-ciri yang sama dengan pola flag baik dari waktu yang diperlukan untuk pola tersebut terjadi secara sempurna sampai dengan karakteristik serta mengukur target pergerakan harga pada saat terjadi penembusan. Pola ini relative cukup sering terjadi baik pada trend naik atau turun. Berikut ini gambar ilustrasinya:
·                      Triangle
Pola dasar triangle adalah terbentuk dari dua garis yang ujungnya saling menyempit atau konvergen. Polanya sangat mirip dengan pennant, tapi triangle tidak menggunakan tiang (pole) sebagai target price. Pola triangle memiliki waktu yang lebih fleksibel (1 hingga 3 bulan), jika kurang dari 3 minggu maka cenderung diidenfikasikan sebagai pennants. Sedangkan dari pergerakan volume, normalnya adalah terjadi penurunan sepanjang pembentukan pola dan adanya ekspansi volume yang cukup signifikan mendukung saat terjadinya penembusan pola. Pola triangle yang terbentuk ada dua, yaitu ascending triangle dan descending triangle. Berikut ini gambar ilustrasinya:
descending triangle
·                      Wedge
Pola wedge sangat mirip dengan pola triangle, perbedaannya terletak pada kemiringannya. Pola wedge ini terbagi menjadi dua jenis yaitu falling wedge dan rising wedge. Apabila yang terbentuk adalah falling wedge maka indikasi yang diberikan adalah terjadi pergerakan bullish pada saat harga saham sedang bergerak dalam suatu trend naik dan sebaliknya untuk pola rising wedge. Antara triangle dan wedge keduanya memiliki karakteristik yang sama, selama pembentukan pola volume yang bergerak menurun dan mulai menunjukkan pergerakan naik pada saat penembusan dan semakin besar saat penembusan terjadi. Waktu yang diperlukan relative sama dengan pola flag dan pennants. Tidak ada cara khusus untuk mengukur target price, namun cara-cara yang ada dari pola yang lainnya dapat diterapkan misal cara mengukur target price pada pola triangle. Berikut ini gambar ilustrasinya:
raising wedge

3. macam-macam trend dalam analisis teknikal :
·                     Uptrend adalah garis yang menghubungkan antara titik harga rendah dengan titik harga rendah berikutnya, garis tersebut tidak memotong titik harga rendah diantaranya, antara titik harga rendah pertama dengan titik harga rendah berikutnya terjadi peningkatan harga atau membentuk slope positif.
Contoh :
·                     Downtend merupakan kebalikan dari uptrend. Downtrend adalah garis yang menghubungkan antara titikharga tinggi dengan titik harga tinggi berikutnya, garis tersebut tidak memotong titik harga tinggi diantaranya. Antara titik harga harga tinggi pertama dengan titik harga tinggi berikutnya terjadi penurunan harga atau membentuk slope negatif.
Contoh :
·                     Sideway trend adalah garis bantu yang menunjukkan daerah sensitif. Garis batas atas adalah garis yang menghubungkan antara titik harga tinggi dengan titik harga tinggi berikutnya.garis tersebut tidak memotong titik harga tinggi diantaranya. Titik harga tinggi pertama dengan titik harga tinggi berikutnya membentuk garis horisontal. Garis batas bawah adalah garis yang menghubungkan antara titik harga rendah dengan titik harga rendah berikutnya. Garis tersebut tidak memotong titik harga rendah diantaranya. Titik harga rendah pertama dengan titik harga rendah berikutnya membentuk garis horisontal. Garis sensitif yang melalui titik rendah dinamakan support level, sedangkan garis yang melalui titik tinggi disebut resistance level.
Contoh :
4. indikator perdagangan :
1.                   Indikator
a.                   Indikator  Tren
Tren adalah sebuah kata yang menggambarkan adanya pergerakan satu arah yang kuat di untuk beberapa waktu ke depan. Tren bergerak dalam 3 arah: naik, turun, dan menyamping. Indikator tren menghaluskan data harga yang bervariasi untuk menciptakan komposisi arah pasar. (contoh: Moving Average). Moving average merupakan indikator yang menunjukkan rata-rata nilai harga periode waktu tertentu. Data harga periode waktu tertentu dipakai menentukan rata-rata harga saat ini. metode paling populer yang menjelaskan indikator moving average adalah menghubungkan rata-rata harga dengan rata-rata harga itu sendiri. Indikasi yang paling sederhana yaitu sinyal beli, saat harga naik diatas rata-rata harga. Sinyal jual, saat harga turun dibawah rata-rata harga itu sendiri.


b.                   Indikator Kekuatan
Kekuatan pasar menggambarkan intensitas dari opini pasar yang berhubungan dengan sebuah harga dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam pelaku pasar. Volume atau open interest adalah bahan dasar untuk indikator ini. Sinyal yang diberikan sifatnya coincident atau leading. (contoh: Volume)

c.                   Indikator Volatilitas
Indikator volatilitas adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kekuatan pergerakan, atau ukuran, dari fluktuasi harga harian terpisah dari arahnya. Umumnya, perubahan pada volatilitas cenderung mempengaruhi perubahan harga. (contoh: Bollinger Band). Bollinger bands, ide dasar indikator ini adalah standard deviasi. Sinyal masuk pasar (beli) apabila harga mendekati atau dibawah garis batas bawah. Sinyal keluar pasar (jual) apabila harga mendekati atau diatas garis batas atas. Apabila nilai indikator bollinger bands dalam kondisi tinggi, menunjukkan fluktuasi perubahan harga bergerak sangat lebar. Apabila nilai indikator billinger bands dalam kondisi rendah, menunjukkan fluktuasi perubahan harga sempit (kondisi stabil).

d.                  Indikator Siklus
Siklus digunakan untuk mengindikasikan adanya pola berulang dari pergerakan pasar, khusus untuk peristiwa berulang seperti musim, pemilihan umum, dan lainnya. Banyak pasar memiliki kecenderungan bergerak dalam pola siklus. Indikator siklus berguna untuk menentukan timing pola pasar tertentu. (contoh: Elliot Wave)

e.                   IndikatorSupport/Resistance
Support resistance menggambarkan level harga dari kenaikan dan penurunan berulang  dan kemudian berbalik arah. (contoh: Trend Lines)


f.                    Indikator Momentum
Momentum adalah istilah umum untuk menggambarkan kecepatan pergerakan harga di periode tertentu. Indikator momentum menentukan kekuatan atau kelemahan dari sebuah tren. Momentum berada tertinggi ketika mulainya sebuah trend dan terendah pada saat perubahan arah. Divergence arah apapun dari harga dan momentum mengindikasikan pergerakan telah melemah. Jika terjadi pergerakan harga ekstrim dengan momentum yang lemah, hal itu merupakan sinyal dari akhir pergerakan di arah tersebut. Jika momentum bergerak tren dengan kuat dan harga bergerak datar, hal itu memberikan sinyal adanya potensi perubahan arah harga. (contoh: RSI, Stochastic, MACD)
5. Saya akan menggunakan dua analisis tersebut, yaitu fundamental dan teknikal. Karena analisis tersebut pada dasarnya adalah satu-kesatu atau saling melengkapi dalam menganalisis suatu saham. Fundamental dengan melihat kinerja perusahaan dari data laporan keuangan yang dikeluarkan. Sedangkan teknikal saya menggunakan berbagai indikator seperti yang disampaikan di atas.
6. yogyakarta tidaklah cocok bila dipimpin seorang Jokowi, karena bila Yogyakarta dipimpin seorang Jokowi maka aset-aset keraton Yogyakarta akan dicabut. Aset tersebut seperti tanah yang disewakan untuk rakyat, tanah yang sedang dipakai untuk fasilitas kota Yogyakarta dan lain sebagainya. Bila Yogyakarta menjadi kota Industri maka akan menambah polusi di Yogyakarta sehingga nama Yogyakarta yang terkenal dengan keindahannya dan budayanya akan hilang.
Oleh sebab itu Yogyakarta lebih cocok dipimpin oleh seorang Sultan Hamengkubuwono. Karena Sultan dimata masyarakat Yogyakarta lebih memiliki kewibawaan dan dihormati seluruh rakyatnya.








DAFTAR PUSTAKA
tanggal 22 November 2012
tanggal 22 November 2012

  


  










Copyright © 2009 economics All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.